Tuesday, January 3, 2012

Check-Shot Survey

Check-Shot survey adalah survey pengukuran waktu tempuh gelombang seismik, dimana posisi sumber gelombang diletakkan di permukaan-dekat lubang bor sementara perekam berada di dalam lubang bor.

Gambar di bawah ini adalah ilustrasi geometri Check-Shot Survey.

Courtesy Halliburton

Sumber gelombang biasanya berupa air-gun (500 cu in). Jika survey-nya di darat, air gun disimpan di dalam sebuah bak air atau kolam. Air-gun digunakan karena lebih repeatable dibandingkan dinamit. Sedangkan alat perekam sendiri biasanya berupa geophone accelerator 3 komponen (X,Y,Z) dan berada pada 4 lokasi (4 shuttles) untuk satu rangkaian alat.

Perekaman dilakukan pada beberapa titik kedalaman lubang bor baik sebelum ataupun setelah dipasang casing. Interval kedalaman biasanya sekitar 100m atau sesuai dengan kebutuhan.

Gambar di bawah ini adalah ilustrasi gelombang langsung (direct wave) yang berupa minimum phase dengan first break (garis hitam miring) berupa waktu tempuh gelombang seismik .


Courtesy Halliburton

QC utama yang harus dilakukan pada rekaman Check-Shot adalah kejelasan first break yang bersih dari noise baik untuk komponen X,Y ataupun Z dan peningkatan waktu tempuh sejalan dengan penambahan kedalaman (jika posisi lubang bor vertikal atau miring). Hal ini akan berbeda jika pada horizontal well. Kualitas data dipengaruhi oleh kesehatan alat, coupling antara alat dan lubang bor, kehadiran gerowong yang berada dibalik casing, dll.

Produk utama dari Check-Shot adalah kurva hubungan waktu tempuh dengan kedalaman (TD Curve) yang sangat berguna untuk konversi waktu ke kedalaman, mengkoreksi sonic-sonic corrected check-shot *) untuk keperluan pembuatan seismogram sintetik, memperbaiki kecepatan seismic (velocity scaling), estimasi Q, dll.

Gambar di bawah ini menunjukkan kurva waktu tempuh dan kedalaman yang di-overlay dengan first break Check-Shot (kiri), sonic corrected checkshot (tengah), sintetik seismogram dan data seismik di sekitar lubang bor.

Courtesy Halliburton

*) Sonic corrected checkshot (data sonic dikoreksi oleh check shot): hal ini dilakukan karena diantaranya terjadi perbedaan orientasi ray path (jejak sinar). Jejak sinar seismik pada survey checkshot relatif tegak lurus terhadap perlapisan batuan sedangkan sonic cenderung sejajar. Perbedaan ini menghasilkan perbedaan waktu tempuh yang kita kenal dengan drift curve. Kalkulasi drift curve sudah saya jelaskan di sini.

No comments: