Showing posts with label Interpretasi Seismik. Show all posts
Showing posts with label Interpretasi Seismik. Show all posts

Wednesday, August 29, 2007

BSR (Bottom Simulating Reflector)

Adalah anomali amplitudo yang disebabkan oleh kehadiran gas hidrat di bawah permukaan bumi.

Karakter BSR bisanya ditunjukkan dengan amplitudo yang tinggi (cukup kontras) yang memotong struktur geologi (discordance).

Akibat kehadiran gas hidrat maka BSR akan menghasilkan response AVO (Amplitude versus Offset). Jika dibawah BSR terdapat gas bebas, maka akan terjadi anomali kecepatan gelombang seismik dari tinggi menjadi rendah.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

(a) BSR ditunjukkan dengan refleksi yang kuat yang memotong struktur geologi.


(b) Respons AVO pada BSR, perhatikan amplitudo meningkat sejalan dengan bertambahnya offset.



Gambar diatas courtesy Yan et al., Journal of Geophysical Research , vol 104, 1999

Thursday, August 23, 2007

Velocity Sag

Adalah anomali gelombang refleksi yang diakibatkan oleh zona kecepatan rendah sehingga waktu tiba gelombang seismik menjadi terlambat.

Didalam penampang refleksi fenomena velocity sag ini terlihat sebagai ‘pelendutan’ refleksi dengan keadaan geologinya tidaklah demikian.

Gambar dibawah ini adalah contoh anomali velocity sag pada zona gas yang terperangkap pada sebuah antiklin (merah terang). Perhatikan reflector biru terang sebagai gas-fluid contact yang ‘melendut’ akibat zona gas diatasnya. Keadaan geologi gas-fluid contact seharusnya flat bukan?

Fenomena ini kadang-kadang disebut juga dengan puss-down velocity anomaly. Lawannya adalah pull-up velocity anomaly.


Gambar diatas courtesy Alistair Brown [2004].

Tuesday, July 3, 2007

Ketebalan Tuning (Tuning Thickness)

Ketebalan tuning adalah batas minimal ketebalan lapisan batuan yang mampu dilihat atau dibedakan oleh gelombang seismik.
Besaran ketebalan tuning yang biasanya dipakai oleh kalangan geofisikawan adalah 1/4 panjang gelombang seismik.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat subject Resolusi Seismik pada blog ini.

Thursday, June 21, 2007

Polaritas Normal Polaritas 'Reverse'

Saat ini terdapat dua jenis konvesi polaritas: Standar SEG (Society of Exporation Geophysicist) dan Standar Eropa. Keduanya berkebalikan.

Gambar dibawah ini menunjukkan Polaritas Normal dan Polaritas 'Reverse' untuk sebuah wavelet fasa nol (zero phase) dan fasa minimum (minimum phase) pada kasus Koefisien Refleksi atau Reflection Coefficient (KR atau RC) meningkat (RC positif) yang terjadi pada contoh batas air laut dengan dasar laut/lempung.

Contoh penentuan polaritas pada data seismik real, seabed ditunjukkan dengan trough (merah), hal ini berarti polaritas seismik yang digunakan adalah normal SEG.