Sunday, November 28, 2010

Seismic Processing with Seismic Unix - Part8

Lihat tahap sebelumnya

Pada bagian ini, saya akan menunjukkan bagaimana caranya melakukan elevation statics dan residual statics untuk data seismik yang kita miliki.
Elevation statics umumnya dilakukan sebelum koreksi NMO pada tahap 13. Akan tetapi untuk melihat efek elevation statics terhadap citra seismik, saya lakukan setelah memperoleh citra yang terbaik. Hal ini sah-sah saja untuk dilakukan, mengingat kita masih memiliki peluang untuk terus memperbaiki citra tersebut diantaranya dengan analisa kecepatan pada interval CMP yang lebih rapat, analisa pada super gather, dll.

Informasi yang harus kita miliki untuk melakukan elevation statics adalah elevasi sumber-penerima relatif terhadap datum serta kecepatan sedimen di bawah sumber-penerima sehingga diperoleh waktu tempuh gelombang dari elevasi yang bersangkutan terhadap datum.

Untuk data ini, waktu tempuh sumber dan penerima (elevation statics) telah dilakukan dan sudah diselipkan ke dalam trace header. Sehingga, jika kita melakukan surange diperoleh hasil sbb:


Dari hasil surange di atas, terlihat elevation statics dari sumber (selev) dan penerima (gelev) telah berada pada trace header.

Jika kita tidak memiliki informasi gelev dan selev, maka kita harus menghitungnya melalui first break picking dari gelombang refraksi.

Elevation statics dilakukan dengan perintah:

sustatic < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom.su > Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_elev_stat.su hdrs=1

sustatic adalah perintah untuk elevation static, hdrs=1 menunjukkan bahwa data statics berada pada trace header. Untuk mempelajari options atau parameter yang digunakan pada sustatic, ketiklah sustatic pada terminal linux.

Gambar dibawah ini adalah shot gather sebelum elevation static:
Gambar dibawah ini adalah shot gather setelah elevation statics yang ditampilkan dengan perintah:

suwind < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_elev_stat.su key=ep min=32 max=32 | suxwigb perc=80 & Perbandingannya (klik untuk memperbesar):
Photobucket
Gambar dibawah ini menunjukkan stack sebelum elevation statics yang kita peroleh sebelumnya:

Gambar di bawah ini adalah stack setelah elevation statics dengan dengan mengunakan model kecepatan dari analisa kecepatan sebelumnya. Lakukan proses yang sama (Tahap 16), dengan mengganti data input dan output.

Saya melakukan sorting dari shot ke cmp dengan perintah:

susort cdp offset < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_elev_stat.su > Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev.su

Lalu, pada nmo.sh:
Input: Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev.su
Output: Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2.su


Run dengan mengetikkan sh nmo.sh

Lakukan stacking:
sustack < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2.su > Line001_stack_vel2_elev.su

Tampilkan:
suximage < Line001_stack_vel2_elev.su cmap=hsv17 perc=90 title='After Elevation Statics' & Berikut perbandingannya:
Photobucket


Tahap 17:

Pada Seismic Unix, residual static dilakukan dengan perintah suresstat dimana metoda yang digunakan mengacu pada Ronen dan Claerbout, Geophysics 50, 2759-2767 (1985).

Berbeda dengan elevation statics, residual statics dilakukan setelah koreksi NMO, akan tetapi harus dilakukan pada domain shot gather dengan key=fldr.

Berikut adalah tahapan untuk melakukan residual statics:

Lakukan sorting:
susort < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2.su > Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2_fldr.su fldr offset

Hitung residual statics:
suresstat < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2_fldr.su ssol=sstats rsol=rstats ntraces=70782 ntpick=50 niter=5 nshot=481 nr=282 nc=70782 sfold=282 rfold=282 cfold=284
  • ntraces=70782 (jumlah seluruh trace pada data)
  • ntpick=50 (banyaknya sample maksimum untuk melakuan shifting dalam korelasi) niter=5 (jumlah iterasi, pada mesin 32bit dengan Intel Core Duo, 1.5GB Mem memerlukan waktu 12-15 menit)
  • nshot=481 (fldr maksimum, lakukan surange untuk melihat semua key)
  • nr=282 (jumlah receiver maksimum pada shot)
  • nc=70782 (harus sama dengan banyaknya seluruh trace) sfold=282 (harus sama dengan nr)
  • rfold=282 (maksimum ep)
  • cfold=284 (maksimum cdpt)

Perintah di atas akan menghasilkan dua file i.e. sstats and rstats yang masing-masing berisikan source and receiver statics. Terapkankanlah statics tersebut dengan perintah:

sustatic < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2.su > Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2_rstat.su \
hdrs=3 sou_file=sstats rec_file=rstats ns=481 nr=1282


  • hdrs=3 (Angka 3 memerinta sustatic untuk membaca statics dari file)
  • sou_file=sstats (file source statics)
  • rec_file=rstats (file receiver statics)
  • ns=481 (harus sama dengan nshot pada command sebelumnya)
  • nr=1282 (banyaknya cdp didalam stack data)
Gambar di bawah ini adalah stack sebelum elevation dan residual statics.
Gambar di bawah ini adalah penampang setelah elevation dan residual statics.
Lakukan perintah-perintah sbb:

Stacking:
sustack < Line_001_kill_vibro_agc_d2_fk_flt_decon_geom_cdp_elev_nmo_v2_rstat.su > Line001_stack_vel2_elev_rstat.su

Dikarenakan kedua koreksi statics tersebut mengakibatkan time shifting, maka untuk kenyamanan dalam membandingkan hasilnya, saya lakukan shiting dengan perintah:

suresamp < Line001_stack_vel2_elev_rstat.su > Line001_stack_vel2_elev_rstat_shift.su ns=1501 dt=0.002 tmin=0.25

  • ns=1501 (banyaknya sample)
  • dt=0.002 (samping interval dalam detik)
  • tmin=0.25 (di shifting ke atas 0.25 detik)

Tampilkan:
suximage < Line001_stack_vel2_elev_rstat_shift.su cmap=hsv17 perc=90 title='After Elevation and Residual Statics' &
Dan perbandingannya:
Photobucket

Dari perbandingan di atas, terlihat bahwa residual statics masih belum memberikan hasil yang optimal, walaupun di beberapa tempat memberikan hasil yang lebih baik.

Anda masih bisa memperbaiki hasilnya dengan melakukan perubahan dari parameter-parameter yang saya pilih sebelumnya.


Tahap berikutnya

Tips untuk membuat animasi GIF dan menampilkannya pada blogspot:

  1. Install imagemagick untuk mengkonversi png ke gif format, sudo apt-get install imagemagick (saya perlu ini karena hasil screen capture saya berupa png)
  2. Pada folder dimana file-file png berada ketik: for file in *.png; do echo "convert $file $(basename $file .png).gif"; done
  3. Copy semua print out dari tahap 2 lalu paste pada terminal linux (print outnya akan seperti: convert filename.png finename.gif)
  4. Install gifsicle untuk menghasilkan animasi gif: sudo apt-get install gifsicle
  5. Contoh perintah untuk menganimasi dua file gif: gifsicle --delay 200 --loop=1000 stack1.gif stack2.gif > anim.gif
  6. Buat account photobucket http://photobucket.com/
  7. Upload anim.gif
  8. Pada photobucket, double clicks gambar anim.gif
  9. Click HTML code (di sebelah kanan anim.gif, dalam 'Share this photo' box)
  10. Masuk ke blogspot, new post in HTML Mode lalu paste html code dari tahap 9

No comments: